Sabtu, 21 Maret 2015

puisi 2015

LALU

Lalu
Ingin kembali rasanya kepadamu
Setelah sekian lama aku tinggal
Memaknai hari-hari dengan penuh harapan
Aku tersesat di jalan yang terang

Adakala saatnya aku mengeluh
Mengintip kembali
Apakah engkau masih seperti dahulu
Ketika melukis bayang-bayang di atas pasir
Walau kita tidak menyebarkan di pamflet-pamflet agar seluruh dunia tahu
Cukup kisah ini hanya menjadi rahasia kita dan memaknainya apa

Lalu
Aku sudah bosan dan usang
Mengembarai perjalanan rumit ini
Hanya menghasilkan luka teramat dalam
: adamu adalah hal terindah untuk dijadikan ilusi
Ilusi untuk membangkitkan hasrat imajinasi
Bahwa aku masih punya kamu
(meski sudah hilang segala-galanya pada perjalanan tak berujung ini)

Mungkinkah engkau lupa
Lagu ini milikmu satu-satunya
Yang nomor satu

Malang, 21-03-2015

Rabu, 29 Oktober 2014

Puisi Imam J. Larat



Menunggui Purnama

Sekarang purnamaku mulai berhenti bersinar di aortaku
Mungkin ada dilema yang menghantui
Atau mungkin ada rasa tidak percaya
Bahwa aku menatapnya setiap waktu
Setiap detak jantung berdenyut
Setiap hembusan nafas mengalir
Setiap jejak perjalanan kulampaui

Musim hujan rupanya akan datang
Gerimis akan mengundang lagi keharibaan
Entah keberapa kalinya hal seperti ini menghampiri
Sedangkan aku masih belum menemukan purnamaku yang hilang sinarnya
Hanya mimpi-mimpi saja melihatnya sepintas
Berlalu lalang lalu remang-remang

Seperti biasa aku menunggunya
Tempat biasa kita berjumpa
Dimana ayat-ayat kahfi mengiringinya tanpa suara
Tanpa ada melodrama
Tanpa ada sepi sehelaipun

menunggumu adalah hal  paling terindah purnamaku
meski sinarmu harus kutemukan berulangkali
sampai titik jenuh ini mulai hilang dengan sendirinya tanpa alasan

Malang, 29 Oktober 2014


Kesaksian II
:pesek

Dari jauh telah kukumandangkan ayat-ayat rindu
Titik tumpuh
                        :Padamu
Segala ritus-ritus yang tak sempurna aku bacakan

Malam ini aku melihat purnama mewarnai segala perjalanan
Dari soekarno hatta menuju hati kita
Namun engkau belum mengerti
Menghilang mengatur jarak
Memalingkan wajah di balik jendela
Engkau tersenyum rapuh
Dibilang aku berdusta mengucapkannya

“engkaulah punama itu kekasihku”
Melebihi keindahan bintang-bintang berpijar
Yang datang secara tiba-tiba
Menumbuhkan segala rindu di malam-malamku

Senyummu adalah angin sepoi yang diterbangkan kamboja pada daunnya
Bibirmu irisan dewi-dewi makhlika sudarta
Yang diutus untuk menggoda kekanakanku
Matamu, alismu, hidungmu dan semuanya merupakan ciptaan tuhan paling sempurna
Paling sempurna, paling sempurna, sungguh menggoda

Rayon FISIP 2014

Jumat, 16 Mei 2014

Imam Jazuli

NAMA           : IMAM JAZULI
NIM                : 2011210019
MK                 : MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK


MAKLUMAT PELAYANAN

1.      Melayani dengan santun 3S (senyum, salam dan sapa)
2.      Memproses layanan secara cermat, tepat dan cepat
3.      Memberikan kemudahan pelayanan
4.      Memproses ijin sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku di negara kita
5.      Tidak meminta dan menerima imbalan dalam bentuk apapun
6.      Apabila tidak menepati maklumat pelayanan di atas, siap menerima sanksi sesuai  dengan peraturan perundangan yang berlaku

Kamis, 08 Mei 2014

tugas

Nama              : IMAM JAZULI
NIM                : 2011210018
Tugas              : MK Manajemen Pelayanan Publik

Pelayanan publik memang menjadi tolak ukur keberhasilan seorang peminpin dalam menjalankan tugas dan fungsinya, sebab pelayanan merupakan hal yang paling utama yang harus dilakukan oleh aparatur Negara kita. Jika pelayanan public sudah dapat dilakukan dengan baik  dan bagus dengan prosedur yang nyaman bagi masyarakat maka anggapan masyarakat tentang kepeminpinannya juga akan di nilai baik pula.

Sesuai Kep. MENPAN No. 63/2004 pelayanan public adalah pemberian pelayanan Prima kepada masyarakat yang merupakan perwujudan kewajiban aparatur pemerintah sebagai abdi masyarakat.